Sabtu, 06 September 2014

Segala sesuatu mempunyai nyawa, jika roh adalah nyawa dari jasad, maka ikhlas merupakan nyawa dari amal. Betapapun berharganya sebuah jasad seseorang tidak akan ada harganya jika tanpa nyawa. Sebagaimana berapapun banyaknya suatu amal seseorang, jika tidak disertai dengan ikhlas, maka ibarat buih di lautan, tidak ada manfaatnya.
memang benar untuk mencoba menjadi pribadi yang ikhlas itu sangat sulit tapi semua itu cuma perlu sedikit kita paksa. memaksa hati itu tidak mudah kawan. sekalipun saya sering mencobanya.
 kali ini saya mencoba memaksa untuk mengambil sebuah jurusan yang sangat saya benci. sekalipun peluang jurusan itu sangat besar.. keterpaksaan itu berawal dengan pertentengan dari semua pihak yang melarang sayaa ambil jurusan EKONOMI. mereka bilang "sudah banyak sarjana ekonomi yang nganggur", "berfikir itu jangan mononton tapi berfikirlah lima tahun kedepan", "setelah menikah kamu itu tidak akan punya keterampilan" and teteg bengek lainya... saya hanya diam dan pura-pura mendengarkan. bagaimana tidak ini telinga sudah terlalu panas mendengarkan semua itu. setiap kali ada pertemuan selalu itu yang dibahas
hari ini saya mencoba mendaftar di salah satu universitas (sensor) di daerah bogor. saya pikir awalnya sekolahan ini lebih bagus daripada universitas yang saya masukin sebelumnya. karna universitas yang saya masukin sebelumnya saya mendapat hinaan tentang kualitas dan juga bangunanya, tentang peminat dan juga bukti mahasiswa kelulusanya. pikiran saya sebelumnya disini bakal WOW tertanya tidak seperti yang saya bayangkan. sekolah ini terletak dibawah tol, dekat pasar, dan bangunan yang di pakai pun bangunan anak smp smk, tidag banyak juga peminatnya di kampus ini bahkan lebih sedikit dari universitas yang saya masuki sebelumnya
tapi ya sudahlah sebenarnya itu bukan permasalahan. disini di perlukan keterampilan untuk jadi sarjana sukses bukan  diliat dari segi bangunan, ataupun peminatnya.
saya balik ke topik awal, saya sudah benar-benar memantapkan hati untuk mengambil jurusan yang mereka paksa itu setiap hari saya mencoba mempelajarinya tapi ternyata Allah memang adil, Allah tau sampai dimana batas kemampuan hambanya jurusan itu di tutup tahun ini, dan saya pun akhirnya kembali  sama prodi awal. "yes" pikir saya, memang sudah jalanya untuk menjadi wanita karir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar