saya bingung sama diri saya, dua hari belakangan ini pikiran terasa
kacau, rindu mengeluap ingin bertemu ibu d kampung, ingin duduk di teras
depan berbagi cerita kembali, rasanya ingin pulang dan tag ingin
disini. ahh tapi itu tidak mungkin saya lakukan. mana mungkin saya
pulang dengan tangan hampa?
saya ingat bahkan sangat ingat bagaimana mereka melecehkan keluarga
kami, memandang sebelah mata karna kemiskinan itu. sebelum keputusan
sekolah disini saya ambil, saya sempat mendaftar di salah satu perguruan
tinggi islam di kampung saya selang beberapa hari ujian. ada salah
seorang yang mengatakan kepada kami "bapak dan ibumu itu orang tidak
punya kalau kamu disini mereka tidak akan bisa membantu. mending kamu
balik kejakarta biar di bantu kak toni sekolahmu itu"
menurut pembaca apa yang bisa pembaca rasakan? saat kalian berhadapan
dengan situasi seperti itu? saat sebuah nasihat terasa tampaaran keras
yang menyakitkan. bukan itu saja beberapa orang juga sempat mengatakan
kepada saya "kalalu kamu disini mau jadi apa? selang beberapa tahun kami
yakin kamu akan menikah duluan dan putus kuliyah(hamil diluar nikah)"
astaghfirullah apa saya seorang muslim sehina itu sehingga mereka berhak
berbicara semacam ini? saya hanya diam berenung panjang, saya tidak
mungkin di kampung terus-terusan melihat pribadi saya dan kedua orang
tua saya dihina.dan seingat saya dalam sebuah kitab alala di jelaskan
bahwa ingin mencari kemulyaan kita harus pergi dari desa jangan terus
terusan berdiam berkumpul dengan orang" pengadu domba dan dengki.
esoknya saya segera membeli tiket dan kembali ke kota ini. tapi alasan
saya kembali bukan untuk disekolahkan. INGAT bukan untuk di sekolahan !!
saya akan berusaha sekolah dengan biaya sendiri. saya tidak ingin
semakin di rendahkan sama mereka. semua terasa mustahil memang tapi
percayalah tuhan tag kan pernah meninggalkan kita. saya akan istikhamah
dan juga tirakat. yah hanya itu modal saya saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar